Journey-Travelling-Love Nature
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Love nature
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Oleh Benedicta Dwi Mariana

Purworejo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Kebumen pada sisi barat, di bagian timur adalah Kabupaten Kulon Progo, sedangkan Kabupaten Wonosobo dan Magelang ada di bagian utara Purworejo. Kontur daerah Purworejo bervariasi, di sisi utara berbukit-bukit, sedangkan bagian selatan adalah dataran rendah. Penduduk Purworejo memiliki keragaman baik mata pencaharian, pendidikan, kebudayaan khusus di beberapa desa, juga agama yang dianut. Keberagaman agama di Purworejo dapat dilihat dengan adanya tempat-tempat ibadah seperti Masjid Agung Darul Muttaqin, Gereja Kristen GPIB, Gereja Katolik Santa Perawan Maria, dan Klenteng Thong Hwie Kiong. Bangunan tempat ibadah tersebut merupakan bukti sejarah Indonesia bahwa kerukunan antar umat beragama di Purworejo sudah terjalin selama berabad lamanya.
Tempat-tempat ibadah bersejarah perlu dilestarikan supaya jejak masa lalu tidak hilang tergerus jaman. Karena mempertimbangkan hal tersebut, pemerintah Kabupaten Purworejo menetapkan beberapa tempat ibadah menjadi bangunan cagar budaya. Berdasarkan data dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (2020), salah satu dari tempat ibadah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya adalah bangunan Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang saat ini masih berdiri kokoh di Jl.Prof.N.Driyarkara No.1 Purworejo (Dahulu disebut Jl. KH Wahid Hasyim No.1. Sejak 9 Januari 2020 berubah berdasarkan SK Bupati Purworejo No.160.18/7/2020). Bangunan Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang digunakan untuk beribadah umat katolik khususnya yang bertempat tinggal di Purworejo ini memiliki sejarah panjang. Pada tanggal 21 Oktober 1927, ada tiga pastor dari ordo MSC tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Ketiga pastor tersebut adalah Pastor BJJ Visser, MSC sebagai ketua rombongan, Pastor B. Thien, MSC dan Pastor M.de Lange, MSC. Perjalanan mereka sebagai misionaris diawali dengan menghadap Uskup Batavia yang memimpin Pulau Jawa dan Madura. Setelah mendapat restu
dari Uskup Batavia Van Valsen, SJ, ketiga pastor tersebut melanjutkan perjalanan misionarisnya menuju Purworejo menggunakan kereta api dari perusahaan kereta api negara Staats Sporwegen dan turun di Kutoarjo. Pada masa itu Kutoarjo merupakan kabupaten tersendiri (Kartodirdjo, A.Sartono, dkk. 2020, p. 17). Berdasarkan data tahun 1927, para misionaris hadir di Purworejo untuk memberikan pelayanan kepada umat katolik yang saat itu telah tercatat sebanyak 801 orang. Umat terdiri dari 517 warga Belanda, 20 warga asing dari negara selain Belanda, dan 264 orang Jawa. Dengan adanya umat katolik di Purworejo tersebut, maka perayaan misa pertama dapat terselenggara pada tanggal 25 Oktober 1927. Misa diselenggarakan di bekas ruang gambar sebuah rumah yang digunakan sebagai kantor BOW (Burgerlijke Openbare Werken), atau kantor Pekerjaan Umum pemerintah kolonial Belanda (Kartodirdjo, A.Sartono, dkk. 2020, p. 85). Pada periode berikutnya, jumlah umat katolik bertambah sehingga kantor BOW tidak mampu menampung umat, terutama pada saat misa hari Minggu ataupun misa perayaan hari besar. Karena keadaan tersebut maka Mgr. B.J.J. Visser, MSC, Pater M.De Lange, MSC dan Pater Mannasse, MSC merencanakan pendirian gereja baru. Mereka mengumpulkan dana dari umat di Purworejo dan luar negeri. Setelah dana terkumpul, maka pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 12 Maret 1933. Pembangunan gereja selesai dan diberkati oleh Mgr . B.J.J. Visser, MSC pada tanggal 13 Agustus 1933 (Kartodirdjo, A.Sartono, dkk. 2020, p. 86).
Gedung gereja yang didirikan pada masa kolonial Belanda itu, sekarang mempunyai nama resmi yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria. Gereja ini berada dibawah yuridiksi Keuskupan Purwokerto. Setelah dipergunakan selama hampir seabad lamanya gedung ini mengalami beberapa perbaikan dan penambahan sebagian bangunan, tetapi wujud aslinya masih tetap dipertahankan. Struktur bangunan Gereja Santa Perawan Maria sangat menakjubkan. Pada bagian depan gereja ada pintu utama yang terbuat dari kayu model kupu tarung. Diatas pintu utama tersebut tertulis : MATRIS FILIO DICATA ( Dipersembahkan kepada Santa Maria Bunda Allah). Dekat pintu masuk dibagian dalam terdapat tempat air suci dimana umat Katolik mencelupkan jari mereka sebelum mengikuti perayaan misa. Air suci itu untuk mengingatkan kembali pembabtisan yang telah diterima. Setelah melewati pintu masuk, di bagian selatan terdapat baptisterium yang telah ada sejak pendirian gereja. Saat ini tempat itu digunakan untuk pembaptisan bayi, sedangkan pembaptisan orang dewasa dilakukan di altar. Menyusuri bagian dalam gedung Gereja Santa Perawan Maria, ada 12 pilar besar penyangga gedung yang terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran tempel. Disekeliling pilar-pilar tersebut tertata bangku-bangku kayu panjang sebagai tempat duduk umat saat beribadah. Setelah melewati deretan bangku umat, pada bagian depan yang merupakan pusat dari gedung adalah altar, tempat pastor memimpin perayaan misa. Di sekitar altar yang disebut juga ‘Panti Imam’, terdapat salib besar, tabernakel, mimbar, tempat duduk pastor dan perlengkapan ibadah lainnya. Altar gereja katolik selalu dihias dengan rangkaian bunga hidup sebagai ungkapan syukur dan doa, serta pengingat akan karunia kehidupan yang telah diterima. Pada samping altar ada ruang yang digunakan untuk berdevosi pada Bunda Maria. Di tempat itu terdapat Patung Bunda Maria yang merupakan alat untuk membantu memusatkan hati dan pikiran umat katolik dalam berdoa.
Biasanya umat berdoa di sekitar patung Bunda Maria sebelum atau setelah
perayaan misa. Disisi lain dari altar, terdapat seperangkat gamelan, alat musik
tradisional Jawa. Pada saat-saat tertentu gamelan itu digunakan untuk mengiringi perayaan misa yang menggunakan bahasa Jawa. Perayaan misa berbahasa Indonesia, diiringi organ listrik yang terletak dekat peralatan gamelan tersebut.
Selain ruang untuk berdevosi pada Bunda Maria dan tempat untuk gamelan, di
sisi utara gedung ada 3 bilik kecil untuk pengakuan dosa. Umat katolik meyakini bahwa mengakui dosa dengan perantaraan pastor dan dengan pertobatan , Tuhan akan mengampuni dosanya. Masih berada didalam gedung, dibagian belakang dan menghadap ke altar ada sebuah balkon dengan tangga untuk menuju ke tempat itu. Balkon dipergunakan oleh umat apabila bagian utama gereja sudah terlalu padat. Daya tampung gedung gereja mencapai 600 umat, bahkan pada hari perayaan tertentu dapat mencapai 700 orang.
Selain bangunan yang masih terawat dengan baik, jendela dan ornamen gereja juga dalam keadaan baik. Bagian depan gedung, terdapat jendela dengan ornamen kaca patri. Melalui kaca tersebut terpancar cahaya yang indah
saat perayaan misa pada pagi hari. Kelembutan cahaya itu dapat membantu umat Katolik lebih fokus dalam doa. Selain jendela dengan ornamen kaca, pada bagian samping ada jendela kaca putih tanpa ornamen. Jendela-jendela tersebut berbingkai kayu, yang dapat dibuka menyamping. Di sisi-sisi jendela, tergantung lukisan 14 lukisan yang berjajar sekeliling dinding gereja. Empat belas lukisan tersebut menggambarkan peristiwa penting dalam kehidupan Yesus yang diperingati oleh umat Katolik. Pada bagian atas lukisan-lukisan tersebut ada beberapa jendela kaca dan jendela terbuat dari kayu yang disusun miring, bertujuan agar sirkulasi udara dapat mengalir dengan baik. Selain melalui jendela, sirkulasi udara dalam gereja juga terbantu dengan lubang angin-angin pada dinding bagian bawah gereja. Setelah penelusuran bagian dalam gereja, ada beberapa tempat di bagian luar gereja tetapi masih termasuk dalam kesatuan bangunan Gereja Santa Maria. Pada atap bangunan terdapat menara dan lonceng gereja yang dibunyikan sebelum perayaan misa, saat pukul 6 pagi dan sore, serta pukul 12 siang. Bunyi lonceng itu sebagai pertanda untuk berdoa, juga menandai misa akan dimulai. Sebelum perayaan misa, pastor dan para petugas gereja mempersiapkan diri untuk mengenakan busana khusus dalam perayaan misa di ruang yang disebut sakristi. Selain sakristi, pada bagian lain diluar bangunan, terdapat sacrarium atau sumur suci. Sumur ini digunakan untuk menampung benda-benda rohani yang sudah rusak dan tidak layak dipakai lagi. Benda yang boleh ditampung dalam sacrarium antara lain adalah salib, patung Yesus, patung Maria kalung rosario dan benda rohani umat katolik lainnya. Benda-benda rohani umat katolik biasanya sudah diberkati oleh pastor, maka apabila benda tersebut sudah tidak layak dipakai lagi, sebaiknya tidak dibuang melainkan ditempatkan di sumur suci itu. Sumur tersebut
tidak berair dan permukaannya ditutup.
Keberadaan bangunan Gereja Santa Perawan Maria di Purworejo merupakan perwujudan dari toleransi antar umat beragama yang terjalin dengan baik di Kabupaten Purworejo. Keharmonisan hubungan antar umat beragama yang telah dirawat dan dijaga berpuluh tahun lamanya membuat kehidupan di
Purworejo menjadi guyup rukun. Peranan pemerintah Kabupaten Purworejo
dalam melestarikan keberadaan bangunan bersejarah ini adalah dengan
menetapkan bangunan Gereja Santa Perawan Maria sebagai cagar budaya. Tempat ibadah yang tetap lestari dan bermanfaat ini menjadi salah satu faktor penunjang perkembangan dan kemajuan sektor lain seperti pendidikan, Pariwisata rohani dan perekonomian Purworejo.
Purworejo, 19 Februari 2025
Kartodirdjo, A.Sartono, dkk. 2020. Sejarah Keuskupan Purwokerto.
Yogyakata: Universitas Sanata Dharma.
Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. 2020. Cagar Budaya di
Kabupaten Purworejo. https://dinporapar.purworejokab.go.id/index.php/cagarbudaya-di-kabupaten-purworejo/ (diakses tanggal 19 Februari 2025).
Berawal dari pertanyaanku kepada seorang teman di kantor tentang cara menabung yang dia lakukan selama ini, aku jadi mendapat insight baru tentang cara menabung.
Dia mengungkapkan bahwa selama ini ia menabung kecil-kecilan dengan menyisihkan setiap lembar 20 ribu yang ia miliki ke dalam sebuah botol bekas. Hasil menabung tersebut biasanya ia dipakai untuk travelling, membeli barang elektronik baru,ataupun dimasukkan kembali ke dalam tabungan di bank. “Meskipun sebenarnya bersumber dari uang kita sendiri, rasanya sangat senang jika ada uang di rekening kita bertambah”, begitu tambahnya 🙂
Mendengar itu, aku pun mulai tertarik dan berusaha untuk menyisihkan uang 20 ribu yang aku dapat uang kembalian. Setiap aku mendapat kembalian 20 ribuan, langsung aku pisahkan dengan uang lainnya, supaya bisa langsung ditabung.
Mengapa harus 20 ribu?
Jawaban simpelnya karena lembaran uang 20 ribu jarang dijadikan sebagai uang kembalian (kecuali nominal uang cukup besar, entah pecahan 100 atau 50 ribuan). Nominalnya pun tidak terlalu besar atau terlalu kecil, sehingga kita tidak merasa terbebani apabila harus menyisihkan ataupun menabungnya. Sebenarnya seberapa pun uang yang kita punya, asalkan kita memiliki niat yang baik untuk memanfaatkan uang itu.
Menurutku 20 ribu itu lebih bermakna lagi karena aku mengumpulkannya selembar demi selembar. Dan setiap lembar yang aku kumpulkan menyimpan cerita bagaimana aku menahan nafsu untuk tidak membelanjakannya, entah untuk makanan ataupun barang yang mungkin belum kuperlukan. Tak jarang aku menggagalkan niatku untuk membeli snack di Indo*aret ataupun jajanan kesukaanku hanya karena tidak ingin membelanjakan lembaran 20 ribu hanya karena lapar mata saja.
Terkadang aku ingin membeli yoghurt Ci*ory kesukaanku sebagai teman makan buah. Kadang pula terbersit keinginan untuk membeli susu kemasan rasa stoberi yang aku suka. Namun harus kuurungkan niatku, bila yang tersisa di dompet hanya 20 ribu.
Meskipun ada rasa sebal karena tidak jadi membeli makanan tersebut, ada terbersit rasa bangga dan senang karena bisa memasukkan uang 20 ribu barang selembar ke dalam kantong. Apabila uang 20 ribu tersebut sudah masuk ke dalam kantong, aku usahakan untuk tidak mengambilnya lagi, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak.
Ternyata kata pepatah itu benar
“Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”
Seiring berjalannya waktu, selama kurang lebih 3 bulan sejak aku mulai menyisihkan uang 20 ribuan, lembaran yang terkumpul ternyata lumayan juga. Aku tidak ingin uang itu hanya dipakai untuk kepentingan pribadiku. Aku berharap uang tersebut dapat disalurkan untuk membantu orang yang membutuhkan, karena aku sadari dalam rezeki yang aku dapatkan ini juga terdapat hak orang lain.
Hari yang ditunggu tiba
Di hari Sabtu pagi itu, jalanan masih sepi sehabis hujan. Aku bersama bapak dan adikku mulai berkeliling membagikan amplop berisi uang lembaran 20 ribu beserta sarapan yang dibelanjakan dari uang tabungan 20 ribuan itu.
Mereka adalah para petugas sapu jalanan yang kesulitan untuk membersihkan jalan yang basah sehabis hujan. Petugas kebersihan yang basah kuyup bersama dengan tumpukan sampah. Tukang becak yang sepi penumpang karena tidak ada anak sekolah di hari Sabtu. Tukang sayur yang ketiduran di jalan menunggu pelanggan yang enggan keluar rumah karena hujan, hingga tukang reparasi sepeda yang tetap bekerja meskipun gerimis tak henti.



Raut wajah syukur dan bahagia dari mereka lah yang membuatku lega dan ikut bahagia. Ternyata setiap kebahagiaan yang kita bagikan pada orang lain, maka kebahagiaan itu akan kembali pada kita 2x lipat.
Yang paling berkesan adalah seorang tukang reparasi sepeda yang tak henti mengucapkan terima kasih sembari mengusap air matanya yang bercampur dengan air hujan. Sekilas wajahnya tidak terlalu asing, seperti ayah dari teman sekolahku dulu. Ia mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini ia sulit sekali mendapatkan uang, mengingat tidak banyak orang yang memerlukan jasa reparasi sepeda. Usut punya usut, bapak itu juga dulunya bekerja sebagai tukang becak, namun karena sebuah kecelakaan, ia pun tidak lagi mampu mengayuh becaknya. Aku berharap uang itu dapat memberinya sepercik semangat untuk ia dan keluarganya.

Meskipun nominal uang yang aku berikan tidak seberapa, dari setiap lembar uang 20 ribuan itu terdapat cerita tentang bagaimana aku mengorbankan keinginan-keinginanku. Lebih dari itu, setiap lembar uang 20 ribuan itu mengandung cerita tentang bagaimana ia dapat bermakna untuk kehidupan orang lain.
Untuk dokumentasi berbagi kasihnya bisa dilihat di link di bawah ini ya ❤
https://youtube.com/shorts/bjUuHw9Lau8?feature=share
Purworejo, 22-02-2022
Valuable short escape from Jakarta’s crowd




Tingkat stres yang tinggi di kota besar seperti Jakarta, memang bukan rahasia lagi. Mungkin sebagian dari kita masih bingung mencari destinasi yang dekat dan aktivitas yang cocok untuk melepas penat di akhir pekan ini. Bagaimana kalau snorkling dikelilingi ikan-ikan cantik dan berburu sunset di Pulau Tidung? Saat ini sudah banyak paket wisata yang menawarkan biaya murah untuk 2D1N. Hanya dengan merogoh kocek Rp450.000 saja, kita bisa menikmati fasilitas lengkap selama liburan. Penasaran dengan fasilitasnya? Markihas, mari kita bahas!
Pesona Pulau Tidung
Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi, namun Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke sudah dipadati wisatawan yang ingin memanfaatkan momen libur panjang Idul Fitri 2021 untuk berlibur. Tidak hanya itu, kepadatan juga terjadi saat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi turut meninjau lokasi keberangkatan 1.758 orang wisatawan ke Pulau Seribu. Bayang-bayang virus Covid-19 pun sempat membuat wisatawan berfikir ulang untuk liburan, tapi rasa penat tetap butuh diselesaikan. Jadi, mari kita selesaikan!
Pukul 8 pagi, wisatawan mulai melewati entrance gate dengan menunjukkan tiket kapal yang sudah dibeli seharga Rp75.000. Tiket ini sudah termasuk dalam paket wisata ya. Kapal yang digunakan untuk mengangkut wisatawan ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Muara Angke biasanya berjenis kapal motor sedangkan dari Dermaga Marina Ancol menggunakan speedboat. Perjalanan menuju Pulau Tidung menggunakan Kapal Motor Cahaya Laut memakan waktu cukup lama sekitar 2,5 jam sedangkan menggunakan speedboat hanya 1,5-2 jam, namun harga yang ditawarkan pun bisa 2x lipat.



Semakin jauh dari pelabuhan, warna laut semakin membiru sejauh mata memandang. Memang membosankan dan terkadang membuat mabuk laut, namun hal itu bisa diatasi dengan tips berikut:
Waktu pun berlalu, memasuki Pulau Tidung, wisatawan disambut dengan laut hijau toska dengan pohon cemara laut yang segar. Dari dermaga, kami menuju ke penginapan dengan menggunakan sepeda. Cukup unik karena paket wisata di Pulau Tidung ini menyediakan sepeda bagi wisatawan sebagai moda transportasinya. Wisatawan hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk setiap penitipan di spot yang berbeda. Harga ini di luar paket wisata ya.
Tak disangka ternyata akomodasi di pulau ini lengkap. Terdapat banyak warung, penginapan, rumah makan, toko suvenir, minimarket, maupun bank. Sinyal internet pun lumayan cepat apalagi di dermaga. Transportasi warga setempat biasanya menggunakan sepeda motor ataupun becak motor. Benar-benar seperti masih berada di daratan Jakarta.
Penginapan view laut
Tipe penginapan yang dipilih cukup untuk 10 orang dengan fasilitas AC, TV, dan dispenser. Kami beruntung karena upgrade ke kamar yang tadinya seharga Rp350.000 (Paket standard) ke harga Rp500.000 karena lebih luas dan nyaman dengan 2 springbed. Yang paling bikin betah adalah bagian teras belakang yang langsung menghadap ke laut. Disini kita bisa duduk-duduk sambil memandangi sunset di ujung barat.



Underwater spot
Untuk snorkling, kami dibawa menaiki kapal menuju ke Pulau Tidung Kecil. Tidak perlu khawatir untuk yang tidak bisa berenang, karena akan disediakan pelampung dan guide yang akan memandu sekaligus menjadi tukang foto di bawah air 🙂
Pemandangan bawah laut memang tidak perlu diragukan lagi kecantikannya. Ikan Sersan Mayor pun sering terlihat berenang di sekitar kami. Meskipun banyak terumbu yang sudah mati, warna-warni dan bentuk terumbu yang unik tetap menambah keindahan bawah laut di Tidung Kecil ini. Sayangnya, paket wisata ini hanya menyediakan satu spot snorkling saja, padahal masih banyak spot bawah laut yang masih belum dijelajahi.



Berburu sunset
Setelah lelah berenang-renang di lautan, saatnya kembali ke dermaga dan bersepeda menuju ujung barat pulau ini. Apalagi kalau bukan untuk menikmati sunset. Bersepeda di sore hari memang mengasyikkan, apalagi setelah keluar dari area pemukiman. Pemandangan laut, rumput ilalang, dan rayuan pohon kelapa berada di kanan kiri kami.


Apa daya, cuaca hari itu agak mendung, sehingga cahaya jingga matahari kurang terlihat. Sebenarnya pantai yang kami datangi cukup indah, dengan rerumputan hijau dan pohon kering di sekitarnya, namun sampah yang berserakan sungguh membuat kami miris. Entah sampah dari warga lokal ataupun wisatawan yang pastinya sangat mengganggu keindahan pantai ini.
So, untuk kalian yang berwisata jangan tinggalkan sampah kalian ya, cukup tinggalkan kenangan indah saja 🙂
Tweet

Barbeque Time
Malam pun tiba, penyedia tur menyediakan makan malam dan memasakkan beberapa ikan dan sate cumi yang segar. Malam berlalu dengan syahdu alunan gitar, angin segar, dan pastinya ikan bakar.
Jembatan Penuh Cinta
Pagi menjelang, tak lengkap rasanya tanpa melihat matahari terbit. Lokasi yang tepat untuk momen tersebut adalah di Jembatan Cinta. Pertama kali melihat jembatan ini pasti sudah tahu mengapa jembatan ini diberi nama Jembatan Cinta. Yap, warna merah muda dan pemandangan yang super cantik bisa dilihat dari jembatan ini. Dari sini juga terlihat beberapa anak pemberani yang lompat dari atas jembatan kemudian berenang. Cool!



Pulang dengan senang
Matahari mulai terik, tandanya kami harus kembali ke penginapan untuk bersiap pulang. Terima kasih lautan telah melepaskan sejenak penat kami. Semoga bisa bertemu kembali denganmu.
Overall, paket wisata Pulau Tidung 2D1N seharga Rp450.000 ini sudah sangat memuaskan dan sangat direkomendasikan untuk wisatawan yang tidak punya banyak waktu libur. Penulis sarankan untuk mengambil paket 2D1N dibandingkan 3D2N karena fasilitas yang ditawarkan pun hampir mirip, hanya saja durasi waktunya yang lebih lama. Untuk beberapa spot aktivitas snorkling, pastikan untuk membawa kamera Go-Pro dan usahakan untuk mengambil angle yang baik, jadi tidak perlu terlalu mengandalkan tour guide supaya hasilnya lebih perfect.
Rangkuman dari fasilitas yang didapatkan:

#staycation #pulauseribu #pulautidung #sunset #sunrise #snorkling #wisata #murah #jakarta #snorkling #laut
Negeri Ginseng Korea memang terkenal dengan wisatanya, mulai dari wisata bangunan bersejarah di Korea hingga wisata belanja. Lalu apa saja wisata yang wajib dikunjungi di Korea? Kita lihat, yuk!
Perjalanan dari Jakarta (Indonesia) ke Korea Selatan memakan waktu 7 jam. Pesawat mulai tinggal landas pukul 10 malam waktu Indonesia Bagian Barat dan tiba di Bandara Incheon pukul 7 pagi KST.
Perlu diketahui Bandara Incheon itu saaaangggaaatt lluuaaasssss. Jadi pastikan untuk mengecek terminal dan gate yang tertera di boarding pass ya. Eits, kalau bingung mencari tempat, bisa menggunakan robot penunjuk arah kok! Nanti robot itu yang akan memandu kita menuju ke tempat yang kita tuju.

Di bandara ini juga sering mengadakan acara internasional berupa pameran yang menampilkan kesenian tradisi Korea, “Korea Traditional Culture Experience Center”. Ada berbagai macam hasil kerajinan, patung, dan baju tradisional. Selain itu, dibuka juga pelatihan untuk warga asing, seperti menulis Hangeul dan menyusun mozaik. Hasil buatan kita juga bisa dibawa pulang secara gratis, asyik kan!


2. Perjalanan menuju Seoul
Bandara Incheon terletak di sebuah pulau kecil di barat Kota Seoul. Untuk sampai ke Seoul memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan bus. Perjalanan akan melewati jembatan yang panjang membentang di atas selat. Dalam perjalanan itu kita bisa melihat pegunungan di balik lautan yang luas. Ada pula kapal layar yang menghiasi Laut Incheon.
3. Hotel the Designer
Lokasi hotel ini sangat strategis karena berada di persimpangan jalan utama di jantung Kota Seoul. Dari sini kita bisa melihat ikon kota Seoul yaitu Namsan Tower. Di depan hotel ini juga terdapat stasiun kereta bawah tanah (Sookmyung Women’s University Subway Station) yang dapat menjangkau berbagai rute, seperti Seoul Station & Lotte Mart yang hanya berjarak 1 km saja. Tempat lain yang bisa ditempuh dari stasiun ini antara lain Myeong-dong dan Itaewon. Tidak perlu pindah jalur, tinggal naik 1x saja bisa langsung sampai 🙂 Untuk kalian yang penasaran tentang cara untuk naik subway di Korea, bisa cek di https://www.youtube.com/watch?v=wv3-t7qcvHE
Oiya, tadi sempat disebutkan tentang Sookmyung Women’s University. Sangat unik karena universitas ini hanya menerima mahasiswi saja. Dalam sistem perkuliahannya, salah satu universitas tertua di Korea ini juga selalu mengutamakan women empowering lho, salah satunya dengan bekerja sama dengan berbagai universitas di Asia Pasifik untuk mengadakan pelatihan leadership maupun ICT dalam naungan Asia Pacifik Women’s Information Network Center, Sookmyung Women’s University. Keren ya!

Kalau ingin membeli suvenir, tidak perlu jauh-jauh kok! Kalian cukup berjalan sekitar 10 menit dari Hotel the Designer menuju ke arah Sookmyung Women’s University. Di sepanjang Cheongpa-ro gil (Korean: road) ada berbagai macam toko yang menyediakan baju, souvenir, kaos kaki, sarung tangan, dan sejenisnya. Selain itu terdapat pula restoran dan kafe dengan menu andalan yang paling sering ditawarkan adalah ayam, baik dalam bentuk ayam goreng ataupun sup ayam. Range harga untuk sekali makan biasanya ₩10.000 – ₩20.000. Untuk harga kopi di kafe mulai dari ₩1.500 – ₩5.000.

4. Namsan Tower
Namsan Tower adalah salah satu objek wisata yang paling terkenal di Korea. Bagaimana tidak? Letaknya yang berada di puncak bukit Mongmyeoksan atau sekarang disebut Bukit Namsan, membuatnya terlihat jelas dari seluruh penjuru kota. Monumen ini dibangun pada masa pemerintahan Joseon untuk mengintai musuh, sehingga Namsan Tower berada di puncak bukit.
Untuk mencapai Namsan Tower dari Hotel The Designer bisa menggunakan taksi. Harga yang dipatok sesuai dengan argo perjalanan sekitar ₩5.000. Penggunaan taksi lebih disarankan karena lebih mudah didapat dan taksi akan langsung berhenti di depan area naik gondola untuk sampai ke puncak. Harga round-trip gondola adalah ₩9.500 sedangkan single-trip ₩4.000.
Selama menaiki gondola, kita bisa melihat pemandangan kota Seoul yang indah bermandikan cahaya di malam hari. Setelah menaiki gondola, ada beberapa anak tangga yang harus dilewati sebelum sampai ke puncak. Di puncak, Namsan Tower yang cantik sudah menanti dengan cahayanya yang bisa berubah menjadi merah, ungu, dan hijau ditambah lagi dengan pemandangan kota Seoul yang penuh cahaya di malam hari. What a beautiful moment!

Tips: Pilihlah taksi berwarna oranye, bukan taksi hitam. Taksi hitam biasanya mematok harga lebih mahal. Terkadang kita juga tergiur karena beberapa supir taksi berdalih bisa berbahasa Indonesia dan menawarkan dengan harga yang tinggi.
5. Itaewon
Toko souvenir di Itaewon memang tidak terlalu banyak, tapi patut untuk menyempatkan mampir di salah satu toko pernak-pernik. Yang dijual cukup beragam, ada mug, sendok + sumpit, gantungan kunci, dompet, post card, baju, dan masih banyak lagi.

6. Line Friends Itaewon
BTS ARMY pasti seneng nih kalau mampir ke Line Friends, karena disini dijual berbagai pernak-pernik dari BT21. Mulai dari stiker, pena, buku, boneka, kaos, sampai tas juga dijual resmi di sini. Harganya mulai dari ₩1.500 gaes, tapi cuma dapet stiker aja haha..



7. Masjid Itaewon
Masjid ini merupakan masjid terbesar di Korea. Letaknya dapat dicapai sekitar 10 menit jalan kaki dari pusat perbelanjaan Itaewon. Lokasi masjid ini dekat dengan perumahan yang jauh dari keramaian. Kalau mau kesini, siap-siap capek ya, karena jalannya cukup menanjak. Habis bercapek ria, bisa terbayar dengan melihat pemandangan lautan cahaya di Seoul dari Masjid Itaewon ini.

8. Amore Seongsu
Amorepacific adalah rumah dari merek berbagai produk kecantikan terkenal di Korea, seperti Laneige, Sulhwasoo, Etude House, Innisfree, Ayunche, dan masih banyak lagi. Di outlet Amorepacific yang berada di Distrik Seongsu ini kita berkesempatan untuk mencoba berbagai make-up, seperti lipstick, eye-shadow, eye liner, dari berbagai merek. Desain interior yang bernuansa elegan ditambah dengan taman yang asri cocok dijadikan tempat selfie nih!


9. Buckcheon
Bukcheon merupakan kawasan perumahan di Korea yang unik karena arsitekturnya yang masih kental dengan nuansa rumah tradisional Korea. Mulai dari tembok yang tersusun dari batu hingga pintu kayu yang besar sangat mirip dengan istana pada zaman kerajaan. Agar semakin mendukung suasana, disini juga terdapat tempat penyewaan Hanbok, pakaian tradisional Korea yang disewakan untuk single ataupun couple. Harga sewanya cukup murah kok, sekitar ₩12.000-₩19.000 saja.


10. Insadong
Insadong hampir mirip dengan Itaewon karena sama-sama menjual berbagai souvenir. Range harga pun tidak terlalu berbeda. Perbedaannya, Insadong lebih luas dan tertata rapi, juga banyak dijual street food yang enak.

11. Night Market Myeongdong
Myeongdong adalah kawasan yang paling sering dikunjungi oleh turis asing terutama di malam hari. Sasarannya apalagi kalau bukan untuk berburu souvenir dan produk kecantikan. Disini memang terdapat lebih banyak merchant dan street food. Barang yang banyak diburu antara lain:
Masker Nature Republic: ₩5.000 – ₩10.000 (kalau promo, ₩5.000 bisa dapat 20 biji)
Kaos kaki : ₩10.000 dapat 11 biji
Kaos : ₩5.000
Aneka jajan
Wafer : 300 ₩, permen : 500 ₩, susu: 1.200 ₩, biskuit Harsley : 2.000 ₩, mie instan: ₩1.300-₩3.000
Street food
Dumpling : ₩5.000 isi 4
Odeng : ₩2.000
Egg bread : ₩1.500
Rambut nenek : ₩7.000 per kotak





12. Daiso
Daiso ini adalah toko yang mengangkat konsep toko serba ada (Toserba). Disini dijual berbagai macam barang, seperti aneka snack, barang pecah belah, peralatan dapur, toiletries, dan masih banyak lagi jenisnya. Yang unik disini, barang-barang telah diberi label harga ₩1.000, ₩2.000, ₩3.000, dan ₩5.000. Disini tidak dijual barang seharga ₩4.000, mungkin karena dianggap membawa sial kali ya.
Daiso di dekat area Myeongdong ini terdiri dari 12 lantai. Lift hanya diprioritaskan untuk kaum difabel dan wanita. Lift ini juga hanya berhenti pada lantai ganjil (1st floor, 3rd floor, 5th floor, ect.) sehingga kebanyakan orang yang berbelanja tidak menggunakan lift alias naik tangga. Puas-puasin deh naik sampe lantai 12 wkwk…
Eits, disini juga menjual produk makanan dari Indonesia, tapi dengan harga yang lebih mahal hehe..

Nah, sekian itinerary ke Korea Selatan yang bisa dicoba setelah pandemi Covid-19 selesai ya. Semoga bermanfaat!
Agustus 2020,
Elisabeth Irine

3. Untuk membuat akun, pilih untuk mendaftar menggunan Google atau Facebook.
4. Memilih akun email yang akan digunakan untuk mendaftar atau pilih Tambahkan akun lain apabila akun email belum ada pada perangkat.
5. Lengkapi data diri Anda dengan benar. Setelah semua data lengkap, klik Daftar
6. Setelah terdaftar, masukkan username dan password
7. Pilih Antrian Paspor. Aktifkan layanan lokasi Anda agar dapat mengetahui lokasi Kantor Imigrasi yang akan dipilih.

8. Pilih Kantor Imigrasi yang dituju atau cari menggunakan kata kunci, misalnya “Semarang” kemudian klik Pilih Kantor. Usahakan untuk memilih Kantor Imigrasi terdekat agar memudahkan dalam pendaftaran.

9. Mengisi hari, tanggal, dan waktu yang diinginkan. Usahakan untuk mengisi pada hari Jumat mendekati jam 14.00 untuk mendapatkan kuota pada hari kerja minggu selanjutnya.
10. Setelah mengisi jadwal, screenshoot barcode atau download bukti barcode. Jadwal antrean dapat dilihat di bagian Jadwal Antrian.

NB: Datanglah lebih awal (sebelum jam 8 untuk sesi pagi dan sebelum jam 1 untuk sesi siang) untuk mendapatkan antrian awal.
2. Membawa dokumen, seperti:
3.Setelah sampai di Kantor Imigrasi, scan atau pindai bukti barcode.
4. Kemudian petugas akan memberi berkas yang harus kita isi dengan data diri dan tujuan pembuatan paspor.
5. Setelah selesai diisi, berkas diserahkan pada bagian Front Office. Anda akan mendapat nomor antrean berkas.
6. Tunggu nomor panggilan antrean.
7. Menyerahkan dokumen dari poin 1 ke bagian Costumer Service.
8. Mengambil antrean untuk foto dan wawancara. Anda akan dipanggil untuk diwawancarai mengenai identitas diri dan alasan pembuatan paspor.
9. Anda akan mendapatkan kuitansi dengan tenggat waktu pembayaran tertentu.
10. Lakukan pembayaran. Biasanya Anda dapat melakukan pembayaran di Kantor Pos Keliling yang ada di Kantor Imigrasi.
11. Paspor Anda dapat diambil dalam 3-10 hari kerja.
NB: Apabila dalam keadaan mendesak dan harus segera mendapatkan paspor, Anda bisa mencoba login menggunakan akun anggota keluarga Anda dalam KK yang sama. Satu akun maksimal dapat mendaftarkan 4 anggota keluarga lainnya, sehingga Anda tetap dapat dimasukkan dalam pendaftaran.
*Semoga bermanfaat*
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.